KABUL - Sebuah dokumen rahasia militer Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa Taliban yang didukung oleh Pakistan, tengah mempersiapkan diri untuk mengambil kendali dari Afghanistan. Plot ini rencananya akan dilakukan saat pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO) keluar dari Afghanistan. Juru bicara pasukan keamanan NATO (ISAF) Letnan Kolonel Jimmie Cummings membenarkan bahwa dokumen tersebut memang ada. Tetapi pihaknya menilai hal itu tidak menjadi dasar strategi operasi.
"Dokumen rahasia itu merupakan kompilasi pendapat dari tahanan Taliban. Itu bukan sebuah analisis atau bahkan dipertimbangkan sebagai analisis," ucap Letkol Cummings seperti dikutip Reuters, Rabu (1/2/2012).
Tetapi menilik dari dokumen rahasia ini, bisa saja diartikan sebagai perlawanan atas hasil perang yang sudah berlangsung selama 11 tahun. Atau kemungkinan besar dokumen tersebut diartikan sebagai pengakuan kekalahan dari Taliban.
Pihak NATO justru mengkhawatirkan dokumen ini menunjukan pandangan garis keras Taliban yang enggan melakukan negosiasi yang telah berlangsung antara Presiden Hamid Karzai serta Amerika Serikat (AS) dengan Taliban.
Dokumen yang dimuat oleh majalah Inggris The Times ini, juga menyebutkan bahwa Dinas Intelijen Pakistan (ISI) membantu Taliban dalam mengarahkan serangan terhadap pasukan koalisi asing. Tentunya tuduhan tersebut selalu dibantah keras oleh Pakistan.
Perpindahan tanggung jawab keamanan dari pihak NATO kepada pasukan keamanan Afghanistan sebagian besar sudah dilakukan. Tanggung jawab ini secara penuh akan diemban pihak Afghanistan pada akhir 2014 mendatang.
Tetapi banyak warga Afghanistan menilai militer, pasukan keamanan atau polisi masih diragukan mampu memegang kendali keamanan.
(faj)
0 komentar:
Poskan Komentar